Tujuan Pemidanaan Sanksi Tindakan Kebiri Kimia Bagi Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak

  • I Nyoman Ngurah Suwarnatha Universitas Pendidikan Nasional

Abstract

Meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Kekerasan seksual terhadap anak merupakan salah satu ancaman yang cukup signifikan dalam menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Tingginya jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak, mendorong lembaga pemerhati anak seperti Komnas Perlindungan Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, mengusulkan perlu adanya langkah-langkah luar biasa dalam penegakan hukum supaya ada efek jera terhadap pelaku berupa sanksi kebiri kimia. Pengenaan hukuman tambahan berupa kebiri kimia bagi pelaku kekerasan seksual, sesuai dengan tujuan pemidanaan dalam perspektif teori gabungan, yakni: pertama, adanya pembalasan yang dikenakan kepada pelaku sebagai akibat dari tindak pidana kekerasan seksual yang dilakukannya, dan kedua, adanya tujuan penjeraan dan memberikan rasa aman serta ketertiban dalam masyarakat.

References

Andi Hamzah dan Sumangilepu, 1983, Pidana Mati Di Indonesia Di Masa Lalu, Kini dan Masa Depan, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Ayang Utriza Yakin, 2016, Sejarah Hukum Islam Nusantara Abad XIV-XIX M, Edisi Pertama Cetakan ke-1, Penerbit Kencana, Jakarta.
Bambang Poernomo, 1985, Asas-asas Hukum Pidana, Ghalia Indonesia, Jakarta.
David Garland, 1990, Punishment and Modern Society: A Study in Social Theory, Publisher: University Of Chicago Press, USA
Djisman Samosir, 1992, Fungsi Pidana Penjara Dalam Sistem Pemidanaan Indonesia, Binacipta, Bandung.
H. Setiyono, 2003, Kejahatan Korporasi Analisis Viktimologi dan Pertanggungjawaban Korporasi Dalam Hukum Pidana, Edisi kedua Cetakan pertama, Bayumedia Publishing, Malang.
H. Wildan Suyuthi Mustofa, 2013, Kode Etik Hakim, Edisi Kedua, Kencana Prenadamedia Group, Jakarta.
Hilman Hadikusuma, 2003, Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia, Mandar Maju, Jakarta.
M. Sholehuddin, 2003, Sistem Sanksi Dalam Hukum Pidana, Ide Dasar Double Track System Implementasinya, Raja Grafika Persada, Jakarta.
Maidin Gultom, 2012, Perlindungan Hukum Terhadap Anak dan Perempuan, PT. Refika Aditama, Jakarta.
Moerti Hadiati Soeroso, 2011, Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dalam Perspektif Yuridis-Viktimologis, Sinar Grafika, Jakarta.
Mohammad Joni, Zulchaina Z. Tanamas, 1999, Aspek Hukum Perlindungan Anak dalam Perspektif Konvensi Hak Anak, Citra Aditya Bakti, Bandung.
Muladi dan Barda Nawawi Arief, 2005, Teori-Teori dan Kebijakan Pidana, Alumni, Bandung.
Peter W. Low, dkk., 1986, Criminal Law: Cases and materials, The Foundation Presss,. Inc., New York.
Sofjan Sastrawidjaja, 1996, Hukum Pidana Asas Hukum Pidana Sampai Dengan Alasan Peniadaan Pidana, Armico, Bandung.
Supriyadi Widodo Edyyono, dkk., 2016, Menguji Euforia Kebiri, Catatan Kritis atas Rencana Kebijakan Kebiri (Chemical Castration) Bagi Pelaku Kejahatan Seksual Anak di Indonesia, Institute for Criminal Justice Reform, Jakarta.
Tina Asmarawati, 2013, Hukum dan Psikiatri, Penerbit Deepublish, Yogyakarta.
Tongat, 2004, Pidana Seumur Hidup Dalam Sistem Hukum Pidana di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.
Wagiati Soetodjo, 2006, Hukum Pidana Anak, Refika Aditama, Bandung.
Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5606 yang mulai berlaku pada tanggal 17 Oktober 2014.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 99 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5882 yang mulai berlaku pada tanggal 9 Nopember 2016.
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 99 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5882 yang mulai berlaku pada tanggal 25 Mei2016
Ayang Utriza NWAY, 2008, “Antara Syariat Islam dan Hukum Sultan: Tinjauan Sejarah Tentang Penerapan Hukuman di Kasultanan Aceh, 1516 – 1688”, Historia, Journal of Historical Studies, IX, 1, June 2008.
Erdianto, 2014, “Meninjau Kembali Kebijakan Pemidanaan Pelaku Tindak Pidana Korupsi”, Jurnal Ilmu Hukum, Volume 4 No. 2 Februari-Juli 2014.
Irfan Ardiansyah, 2017, Disparitas Pemidanaan dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi (Penyebab dan Penanggulangannya), Penerbit Hawa dan Ahwa, Pekanbaru.
Ivo Noviana, 2015, “Kekerasan Seksual Terhadap Anak: Dampak Dan Penanganannya”, Sosio Informa, Vol. 01, No. 1, Januari - April, Tahun 2015.
Khamami Zada, “Sentuhan Adat dalam Pemberlakuan Syariat Islam di Aceh (1514-1903)”, Jurnal Karsa, Volume 20 No. 2, Desember 2012.
Lidya Suryani Widayati, 2015, “Pengebirian Sebagai Upaya Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksua”l, Info Singkat Hukum, Vol. VII, No. 20/II/P3DI/Oktober/2015.
Lidya Suryani Widayati, 2016, “Pidana Mati Dalam RUU KUHP: Perlukah Diatur Sebagai Pidana yang Bersifat Khusus”, Negara Hukum, Vol. 7, No. 2, November 2016.
Marcus Priyo Gunarto, 2009, “Sikap Memidana yang Berorientasi pada Tujuan Pemidanaan”, Jurnal Mimbar Hukum, Volume 21 Nomor 1 Februari 2009.
Mike C. Materni, 2013, “Criminal Punishment and the Pursuit of Justice”, British Journal of American Legal Studies, Volume 2 – Issue 1 Spring 2013.
Puteri Hikmawati, 2016, Pidana Pengawasan Sebagai Pengganti Pidana Bersyarat Menuju Keadilan Restoratif, Jurnal Negara Hukum Volume 7 Nomor 1 Juni 2016.
Ratih Probosiwi dan Daud Bahransyaf, 2015, “Pedofilia dan Kekerasan Seksual: Masalah dan Perlindungan Terhadap Anak”, Sosio Informa, Vol. 01, No. 1, Januari - April, Tahun 2015.
Aditya Putra Kurniawan, 18 April 2016, Kekerasan Seksual terhadap Anak Benarkah semata-mata permasalahan biologis dan psikologis?, http://www.rifka-annisa.org/id/berita/blog/item/443-benarkah-semata-mata-permasalahan-biologis-dan-psikologis, diakses tanggal 27 April 2016.
General Assembly United Nations A/61/299, 23 August, 2006, Promotion and Protection of the Rights of the Child, Children's Rights, The report of the independent expert for the study on violence against children UN, www.unicef.org/violencestudy/reports/SG_violencestudy_en.pdf. diakses tanggal 3 Agustus 2016
Published
2019-02-16
How to Cite
SUWARNATHA, I Nyoman Ngurah. Tujuan Pemidanaan Sanksi Tindakan Kebiri Kimia Bagi Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak. Seminar Nasional Hukum dan Ilmu Sosial, [S.l.], v. 2, p. 06-12, feb. 2019. Available at: <http://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/SENAHIS/article/view/1604>. Date accessed: 20 mar. 2019.