Perspektif Semantik Universal pada Pengajaran Kosakata Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Kelas Rendah

  • Nengah Arnawa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, FPBS IKIP PGRI Bali

Abstract

Teori semantik universal berpijak pada asumsi bahwa ada sejumlah (terbatas) makna kata yang tidak berubah dan pertama kali dikuasai anak ketika belajar bahasa, yang disebut primitiva makna (semantic primes). Primitiva makna ini dapat digunakan memparafrasa makna kata lain yang lebih kompleks. Pengajaran kosakata dalam perspektif semantik universal ini dapat menyederhanakan pemerian fitur-fitur semantik leksikal. Semantik universal memandu guru melakukan seleksi bahan ajar kosakata, dari yang sederhana dan memiliki frekuensi pemakaian tinggi menuju yang lebih kompleks dan frekuensi pemakaiannya relatif rendah. Tugas guru menyusun gradasi bahan ajar berdasarkan klasifikasi yang dibuatnya sendiri menggunakan daftar primitiva makna yang sudah ada. Pengajaran kosakata dalam perspektif semantik universal lebih bersifat alamiah karena semua primitiva makna merupakan inti semantik. Pengajaran kosakata dengan perspektif semantik universal membantu proses-proses kognitif yang memungkinkan terjadi peningkatan aktivitas mental anak saat belajar. Aktivitas mental tersebut diyakini dapat mendorong percepatan penguasaan kosakata oleh anak-anak yang baru mengawali belajar bahasa Indonesia.

Published
2018-09-19
How to Cite
ARNAWA, Nengah. Perspektif Semantik Universal pada Pengajaran Kosakata Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Kelas Rendah. Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, [S.l.], v. 5, p. 58-65, sep. 2018. ISSN 2623-288X. Available at: <http://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/semnasbasindo/article/view/1256>. Date accessed: 19 nov. 2018.