Implementasi Sensor Kapasitif dan Piezo-Electric pada Bilah Gamelan Elektronik sebagai Media Belajar Tabuh

  • I Gede Eka Wiantara Putra

Abstract

Seni dan Budaya Tabuh merupakan salah satu mata kuliah yang tercantum di dalam kurikulum STMIK STIKOM Bali. Khususnya di STMIK STIKOM Bali Kampus II Jimbaran yang baru berdiri, dibutuhkan sebuah media belajar seni tabuh berupa seperangkat gamelan gong kebyar. Berawal dari hal tersebut, penulis mengupayakan sebuah alternatif media pembelajaran yang lebih murah, efisien, namun efektif, yaitu gamelan elektronik. Gamelan ini diimplementasikan dengan sebuah sensor piezo-electric dan sensor kapasitif. Pada makalah ini, disampaikan metode pengimplementasian sensor tersebut pada sebuah rancangan bilah gamelan elektronik, serta analisis terhadap kualitas suara yang dihasilkan. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kedua sensor tersebut dapat diimplementasikan menggunakan sebuah microcontroller Arduino Pro-mini disertai dengan sebuah SD-Card Shield sebagai media penyimpan data audio berformat .wav PCM 12.000 kHz, 8 bit, mono. Kualitas suara yang dihasilkan bergantung pada kualitas data audio yang disimpan, ketersediaan pre-amplifier, dan daya pada unit power supply. Pada sisi input, kinerja sensor piezo-electric telah sesuai dengan tujuan pengimplementasian, sedangkan kinerja sensor kapasitif bergantung pada ketersediaan sinyal noise dari jala-jala listrik dan power supply.

Published
2017-09-09
How to Cite
PUTRA, I Gede Eka Wiantara. Implementasi Sensor Kapasitif dan Piezo-Electric pada Bilah Gamelan Elektronik sebagai Media Belajar Tabuh. Seminar Nasional Pendidikan Teknik Informatika (SENAPATI), [S.l.], n. 7, sep. 2017. ISSN 2548-4265. Available at: <http://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/senapati/article/view/1154>. Date accessed: 16 nov. 2018.