Efektifitas Kombinasi Mint (Papermint Oil) dan Cairan dengan Nebulizer Pada Penanganan Batuk Asma Bronchiale

  • Farida Anwari STIKES RS. Anwar Medika Sidoarjo

Abstract

Udara yang tercemar dan terkontaminasi bibit-bibit penyakit dapat menimbulkan berbagai penyakit paru-paru yang salah satunya diindikasikan dengan terjadinya batuk. Batuk merupakan bentuk mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan. Menurut Ikawati (2007) batuk terjadi sebagai respon dari tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, debu, asap dan partikel udara di luar tubuh. Menurut Potter dan Perry (2015) nebulizer merupakan alat alternatif untuk meringankan respon batuk atas adanya lendir yang merupakan reaksi inflamasi akibat infeksi pada saluran pernapasan. Nebulizer umumnya berupa cairan yang diberi obat bronkodilator dan ekspektoran. Meskipun relatif aman untuk digunakan, pemberian cairan pada nebilizaer yang tidak sesuai dapat menyebabkan bronkokonstriksi pada pasien asma akut. Minyak mint (papermint oil) merupakan minyak yang mudah menguap yang diperoleh melalui proses distilasi. Menurut Alankar (2009), minyak mint dalam bentuk ekstrak memiliki berbagai macam ester terutama menthyl asetat dan monoterpen yang menghasilkan aroma khas yang bermanfaat bagi pernafasan. Tujuan penelitian yaitu untuk menguji efek penambahan minyak mint hasil distilasi pada cairan dengan nebulizer pada penanganan batuk. Alasan pemilihan minyak mint pada penelitian ini karena minyak mint yang bersifat alamiah dengan harapan dapat mengurangi efek kimiawi dari penggunaan cairan hipertonis.Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan rancangan nonrandomized pre test and post test with control group design yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak mint hasil distilasi pada cairan dengan nebulizer untuk mengurangi status batuk pasien yang meliputi (frekuensi batuk, timbulnya radang, wheezing, dan kemudahan keluarnya dahak). Sampel penelitian yaitu pasien asma bronchiale di RS. Anwar Medika Sidoarjo yang sesuai dengan kriteris inklusi yaitu sedang melakukan pengobatan pada saat penelitian, pasien yang bersedia diteliti, kooperatif, dan berusia di antara 15-40 tahun. Analisis yang digunakan yaitu uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan status batuk pasien setelah diberikan penambahan ekstrak mint pada cairan melalui nebulizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak mint efektif dalam mengurangi tingkat keparahan status batuk pasien yang meliputi frekuensi batuk, timbulnya radang, wheezing, dan kemudahan keluarnya dahak. Status frekuensi batuk diketahui mengalami penurunan dari 44,4% pasien menjadi 23,5% pasien. Demikian pula halnya dengan status radang yang menurun dari 41,7% menurun menjadi 21,7%; status wheezing yang semula 58,3% menurun menjadi 39,1%; status kemudahan keluarnya dahak juga menunjukkan bahwa minyak mint mampu menurunkan tingkat sulitnya dahak untuk keluar menjadi 13% dari semula 36,1%.

Published
2018-11-15
How to Cite
ANWARI, Farida. Efektifitas Kombinasi Mint (Papermint Oil) dan Cairan dengan Nebulizer Pada Penanganan Batuk Asma Bronchiale. Seminar Nasional Riset Inovatif, [S.l.], v. 6, p. 238-242, nov. 2018. Available at: <http://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/senari/article/view/1570>. Date accessed: 19 apr. 2019.
Section
Articles