Profil Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan SMA/SMK di Kabupaten Buleleng

  • I Gusti Lanang Agung Parwata Jurusan Penjaskesrek, FOK Undiksha

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kondisi riil sumber daya manusia Penjasorkes SMA/SMK di Kabupaten Buleleng. (2) Untuk mengetahui kondisi riil prasarana dan sarana Penjasorkes SMA/SMK di Kabupaten Buleleng. (3) Untuk mengetahui kondisi riil pelaksanaan program pembelajaran Penjasorkes SMA/SMK di Kabupaten Buleleng. Populasi penelitian ini adalah guru-guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan SMA/SMK di Kabupaten Buleleng. Pemilihan anggota sampel dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu pemilihan anggota kelompok sampel berdasarkan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya yang ada di Kabupaten Buleleng, seperti kecamatan; Gerokgak, Seririt, Busungbiu, Banjar, Buleleng, Sukasada, Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula. Jumlah kuesioner yang disebar 24 eksemplar dan kembali pada tim peneliti sejumlah 24 eksemplar, jadi jumlah sampel adalah 24 sekolah. Data hasil penelitian dilakukan analisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: (1) Kondisi riil kuantitas dan kualitas sumber daya manusia Penjasorkes SMA/SMK di kabupaten Buleleng adalah rata-rata jumlah guru Penjasorkes di setiap sekolah sebanyak 3 orang, rata-rata jumlah tanggungan keluarga setiap guru Penjasorkes sebanyak 2 orang, rata-rata tingkat penghasilan setiap guru Penjasorkes sebesar Rp. 3.923.774,00, rata-rata status kepegawaian guru Penjasorkes adalah PNS, rata-rata guru Penjasorkes sudah tersertifikasi, dan rata-rata tingkat pendidikannya adalah sarjana (S1). (2) Kondisi riil prasarana dan sarana Penjasorkes SMA/SMK di kabupaten Buleleng adalah rata-rata keberadaan prasarana Outdoor Penjasorkes seluas 350 m2, rata-rata keberadaan prasarana Indoor Penjasorkes seluas 150 m2, rata-rata keberadaan prasarana Penjasorkes berkualifikasi standar, rata-rata keberadaan sarana permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, dan aktivitas senam/ritmik adalah ada dalam kondisi baik. sedangkan keberadaan sarana aktivitas air tidak ada. (3) Kondisi riil pelaksanaan program pembelajaran Penjasorkes SMA/SMK di kabupaten Buleleng adalah rata-rata jumlah jam/minggu/kelas pembelajaran Penjasorkes sebanyak 2 jam/minggu/kelas, rata-rata jumlah hari/minggu guru Penjasorkes mengajar sebanyak 4 hari/minggu, rata-rata jumlah jam/minggu mengajar guru Penjasorkes sebanyak 24 jam/minggu, rata-rata guru Penjasorkes memiliki dokumen pendukung pelaksanaan pembelajaran, seperti Kurikulum/GBPP, RPP, buku penilaian, buku paket, dan buku LKS, rata-rata cabang olahraga yang diajarkan pada ekstrakurikuler Penjasorkes sebanyak 4 cabang olahraga, rata-rata jumlah hari/minggu mengajar ekstrakurikuler guru Penjasorkes sebanyak 3 hari/minggu, siswa memiliki akses untuk mengikuti pertandingan/perlombaan sebanyak 2 kali/tahun.

Published
2018-11-15
How to Cite
AGUNG PARWATA, I Gusti Lanang. Profil Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan SMA/SMK di Kabupaten Buleleng. Seminar Nasional Riset Inovatif, [S.l.], v. 6, p. 415-419, nov. 2018. Available at: <http://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/senari/article/view/1595>. Date accessed: 21 aug. 2019.
Section
Articles