Mendaki Gunung yang Disucikan: Perspektif Pariwisata, Lingkungan, dan Kebudayaan

  • I Gede Mudana Politeknik Negeri Bali, Denpasar, Indonesia
  • I Ketut Sutama Politeknik Negeri Bali, Denpasar, Indonesia
  • Cokorda Istri Sri Widhari Politeknik Negeri Bali, Denpasar, Indonesia

Abstract

Persoalan pendakian gunung suci dalam perspektif pariwisata, lingkungan, dan kebudayaan. Karenanya bidang ini sangat dekat dengan kajian pariwisata (tourism studies), kajian lingkungan (environment studies), dan kajian budaya (cultural studies). Aspek kesucian suatu gunung dalam tema ini dimaksudkan untuk menjaga aspek kebudayaan dari persoalan yang dibahas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui analisis data yang dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan wawancana. Penelitian ini menemukan bahwa pendakian Gunung Agung yang dianggap suci di Bali setidaknya dapat dilihat dari berbagai perspektif, yakni dari bisnis kewirausahaan pariwisata, dari perspektif lingkungan karena mendaki adalah pariwisata gunung (trekking/climbing), dan dari perspektif kebudayaan di mana Gunung Agung dipercaya oleh masyarakat sebagai gunung suci. Dengan demikian, kegiatan tersebut bisa dilihat sebagai kajian pariwisata (tourism studies), kajian lingkungan (environment studies), dan kajian budaya (cultural studies). Penelitian tentang persoalan pendakian gunung yang dapat dikaji dengan pendekatan multi-, inter-, dan transdisipliner, diharapkan mampu menjadi solusi di dalam memahami hal yang sifatnya religius magis.

Published
2017-10-11
How to Cite
MUDANA, I Gede; SUTAMA, I Ketut; SRI WIDHARI, Cokorda Istri. Mendaki Gunung yang Disucikan: Perspektif Pariwisata, Lingkungan, dan Kebudayaan. Proceeding TEAM, [S.l.], v. 2, p. 771-778, oct. 2017. ISSN 2548-4443. Available at: <http://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/team/article/view/214>. Date accessed: 22 feb. 2018. doi: https://doi.org/10.23887/team.Vol2.2017.214.