Ekspresi Politik Generasi Millenial Pada Pilgub Bali Tahun 2018

  • I Gusti Made Arya Suta Wirawan Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ni Putu Rai Yuliartini Universitas Pendidikan Ganesha

Abstract

Ekspresi politik generasi millenial memiliki karakter yang sangat unik di Indonesia, tak terkecuali di Bali. Perkembangan budaya bersosial media memberikan satu dinamika tersendiri terhadap persoalan politik yang mereka hadapi. Di satu sisi mereka generasi ini menjadi apatis terhadap politik, namun tak sedikit dari mereka yang justru mengekspresikan antusiasme politiknya lewat sosial media. Kini generasi millenial Bali tengah berhadapan dengan situasi politik menjelang Pemilihan Gubernur Bali yang akan dilaksanakan tahun 2018. Proses politik tersebut oleh generasi millenial disambut dengan beragam ekspresi, mulai dari antusias, reaksioner, apatis hingga yang memberikan dukungan secara eksplisit kepada salah satu calon. Tentu ekspresi politik generasi millenial tidak bisa lepas dari peran sosialisasi dan pendidikan politik di tengah-tengah mereka di mana sosial media menjadi agen yang paling berpengaruh di dalam mengkonstruksi wawasan dan pemahaman politik mereka. Terlebih kini para pihak yang mencalonkan diri sebagai calon gubernur mulai menyadari pentingnya melakukan pendekatan politik kepada generasi millenial sebagai generasi yang sangat potensial dalam konteks elaktabilitas. Penelitian yang menggunakan perspektif fenomenologis ini mencoba untuk memahami fenomena dinamika ekspresi politik generasi millenial di Bali yang hingga saat ini masih mengalami stigmatisasi bahwa generasi millenial adalah generasi yang paling apatis terhadap politik. Dengan menganalisa fenomena tersebut diharapkan dapat menemukan pemahaman tentang dinamika dan perubahan bentuk ekspresi dan partisipasi politik pada generasi yang tidak bisa lepas dari dunia teknologi informasi (sosial media). Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui pandangan pemilih terhadap pasangan calon, peran partai politik pendukung serta dasar pertimbangan generasi millenial di dalam menentukan pilihan pada sosok calon. Penelitian yang juga akan menganalisa berbagai bentuk inovasi sosialisasi politik pada generasi millenial ini akan memilih tiga lokasi yang dianggap representastif yakni Denpasar, Badung dan Buleleng yang seluruhnya dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Informan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah generasi millenial kelahiran antara 1982 hingga 2002 yang tergolong ke dalam pemilih pemula dengan kriteria sekolah/kuliah, bekerja, pengangguran dan tergabung dalam organisasi masyarakat.

References

Donsbach, W., Salmon, C. T., & Tsfati, Y. (Eds.). (2014). The spi-ral of silence: New perspectives on communication and public opinion. New York, NY: Routledge.
Eveland, W. P., Hayes, A. F., Shah, D. V., & Kwak, N. (2005). Understanding the relationship between communication and political knowledge: A model comparison approach using panel data. Political Communication, 22, 423–446. doi:10.1080/ 10584600500311345
Fatmawati, Endang. (2010). Pergeseran Paradigma Perpustakaan Generasi Millennial. Visi Pustaka, 12, 1-4.
[4] Gil de Zúñiga, H., Veenstra, A., Vraga, E., & Shah, D. (2010). Digital democracy:
Reimagining pathways to political participation. Journal of Information Technology & Politics, 7(1), 36–51. doi:10.1080/19331680903316742.
Hampton, K. N., Rainie, L., Lu, W., Dwyer, M., Shin, I., & Purcell, K. (2014). Social media and the “Spiral of Silence.” Washington, DC: Pew Research Center. Retrieved from http://1percent.info/wp-content/uploads/2014/12/2014-Social-Media-and-the-Spiral-of-Silence.pdf
Kwak, N., Williams, A. E., Wang, X., & Lee, H. (2005). Talking politics and engaging politics: An examination of the interac-tive relationships between structural features of political talk and discussion engagement. Communication Research, 32, 87–111.
McIntosh, H., Hart, D., & Youniss, J. (2007). The influence of fam-ily political discussion on youth civic development: Which parent qualities matter? PS: Political Science & Politics, 3, 495–499. doi:10.1017/S1049096507070758
Willnat, L., Lee, W., & Detenber, B. H. (2002). Individual-level predictors of public outspokenness: A test of the spiral of silence theory in Singapore. International Journal of Public Opinion Research, 14, 391–412. doi:10.1093/ ijpor/14.4.391
Noelle-Neumann, E. (1974). The spiral of silence: A theory of public opinion. Journal of Communication, 24, 43–51. doi:10.1111/j.1460-2466.1974. tb00367.x
Sheehan, K. (2015). A change in the climate: Online social capi-tal and the spiral of silence. First Monday, 20. Retrieved from http://uncommonculture.org/ojs/index.php/fm/article/ view/5414/4468
Tapscott, Don. (2008). Grown Up Digital: How the Net Generation is Changing Your World. New York: McGraw Hill Professional.
Trisilowaty, Dessy. (2013). Seduksi Politik Dalam Masyarakat Bermedia sosial. Observasi, 11, 113-140.
Wahana, Heru Dwi. (2015). Pengaruh Nilai-Nilai Budaya Generasi Millennial dan Budaya Sekolah Terhadap Ketahanan Individu (Studi di SMA Negeri 39, Cijantung, Jakarta). Jurnal Ketahanan Nasional, 1, 14-22.
Published
2019-02-01
How to Cite
WIRAWAN, I Gusti Made Arya Suta; YULIARTINI, Ni Putu Rai. Ekspresi Politik Generasi Millenial Pada Pilgub Bali Tahun 2018. Seminar Nasional Hukum dan Ilmu Sosial, [S.l.], v. 2, p. 170-182, feb. 2019. Available at: <https://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/SENAHIS/article/view/1623>. Date accessed: 16 oct. 2019.