Merekonstruksi Literasi Demokrasi Pemilih Pemula (Sebuah Stretegi untuk Capaian Pemilu Berkualitas di Era Milenial)

  • Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan; Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial; Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Abstract

Demokrasi yang dilakukan tanpa aras dan pondasi rule of game yang akuntabel merupakan sebuah otoritarian kekuasaan. Disisi lain, hukum tanpa politik adalah kemandulan visi orientasi sebuah demokrasi sebagai jalan menuju kekuasaan. Keduanya tidak boleh terpisah dalam balutan etika moral politik yang tervalidasi. Namun selama perjalanan demokrasi kita sampai saat ini, ketiga hal tersebut, terkesan samar dan mendekati buram di mata rakyat dalam melakukan hak-hak dan kewajiban demokrasinya. Bangsa Indonesia telah memiliki pengalaman yang cukup dalam berdemokrasi, dan oleh dunia kita telah dianggap terdepan dalam praktik prosedur demokrasi, walaupun pada hakekatnya masih belum mampu menyentuh aras substansial demokrasi itu sendiri. Artinya praktik demokrasi kita masih sebatas aras retorika politik yang indah dalam wacana publik yang mendayu dayu. Namun harus kita akui pula bahwa, sesungguhnya, rakyat sudah sangat siap berdemokrasi, dalam arti bisa menerima dan melaksanakan konsep demokrasi yang disodorkan oleh negara. Masalahnya adalah desain model dan konsep praktik demokrasi yang ditawarkan oleh negara, belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan hak dan kebutuhan kedaulatan rakyat dalam berdemokrasi. Praktek demokrasi kita masih bias dan sarat dengan kepentingan elite partai politik, dan kedaulatan rakyat masih lebih sering diposisikan sebagai objek politik. Generasi muda sebagai salah satu komponen demokrasi yang potensial, sampai saat ini belum terberdayakan dengan baik, bahkan mereka cenderung ditempatkan sebagai weak component of our democracy. Disisi lain, fakta menunjukkan bahwa pemilih muda adalah the spearhead and commander of the actual democratic movement. Bertalian dengan rasional ini, maka tulisan singkat ini mencoba untuk membedah 3 (tiga) hal dasar yaitu: (1) bagaimana profil pemilih muda dalam praktek demokrasi Indonesia, (2) tantangan dan peluang pemilih muda dalam demokrasi Indonesia, dan (3) rekonstruksi literasi pemilih muda dalam peningkatan kualitas demokrasi Indonesia. Pembahasan ketiga domain tersebut dilakulan secara bibliography research dengan mengedepankan fundamentally actual systematic infidelity methods yang mendasar untuk melahirkan preposisi yang mampu mewakili state of problem yang sebenarnya.

Published
2019-10-12
How to Cite
LASMAWAN, M.PD., Prof. Dr. I Wayan. Merekonstruksi Literasi Demokrasi Pemilih Pemula (Sebuah Stretegi untuk Capaian Pemilu Berkualitas di Era Milenial). Seminar Nasional Hukum dan Kewarganegaraan, [S.l.], v. 1, n. 1, p. i, oct. 2019. ISSN 2745-7990. Available at: <https://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/semnashk/article/view/1651>. Date accessed: 31 oct. 2020.