Internalisasi Revolusi Mental Pada Siswa (Studi Kasus SMA Laboratorium Syiah)

  • Lasmini Lasmini Universitas Syiah Kuala Darussalam
  • Sanusi Sanusi Universitas Syiah Kuala Darussalam
  • Ruslan Ruslan Universitas Syiah Kuala Darussalam

Abstract

Eksistensi suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter sumber daya manusia  yang dimiliki, salah satu upaya untuk memperbaiki karakter bangsa adalah dengan melalui pendidikan, karena pendidikan adalah awal dari generasi muda dalam membentuk karakter. Adapun Melalui Program revolusi mental diharapkanmampumengubah dan membenahikarakterbangsa Indonesia menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui upaya guru dalam menginternalisasi program revolusi mental pada siswa, dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi. Pendekatan kualitatif dan jenis deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data di peroleh melalui observasi dan wawancara. Jumlah subjek7 orang guru di SMA Laboratorium Unsyiah yang terdiri atas 2 guru PPKn,1 Agama, 2 Sejarah, dan 2 Bimbingan Konseling.Hasil penelitianinimenunjukkanbahwa:Upaya guru dalam menginternalisasi program revolusi tentang tertib, bersih, dan mandiri dilakukan dengan upaya yang sangat bervariasi dan perlahan untuk mempermudah dalam menanamkan akan pentingnya kebersihan, ketertiban, dan kemandirian pada siswa dengan melalui suatu strategi yaitu strategi keteladanan, strategi pembiasaan, strategi nasehat, dan strategi kedisiplinan. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi guru yaitu berupa faktor internal dan eksternal. Secara internal kurangnya memahami sikap dan kepribadian pada siswa perbedaan pola pikir setiap siswa pasti memiliki perkembangan yang berbeda-beda terkadang ada siswa yang sudah bagus karakternya, namun disisi lain juga masih ada siswa yang masih perlu di bimbing agar tidak terlalu parah, hal tersebut bisa dikarenakan adanya latar belakang yang dimiliki siswa juga berbeda. Kemudian faktor eksternalnya, lingkungan pergaulan, kurangnya pengawasan dalam penggunaan teknologi informasi dan komuniksi. Kendala lain yang terjadi bahwa masih kurangnya program-program revolusi mental ini dilakukan secara khusus, hanya beberapa saja sehingga guru menginternalisasi hanya secara umumnya saja, baik melalui proses pembelajaran maupun kegiatan sekolah lainnya. Saran dalam penelitian ini adalah guru dan orang tua diharapkan untuk membimbing sikap dan juga karakter siswa dan meningkatkan perannya dalam upaya memupuk budi pekerti luhur bagi siswa serta menjadi pribadi teladan. Begitu pula dengan pihak pemerintah untuk memberikan program-program yang berkaitan dengan revolusi mental secara menyeluruh agar tujuan dari revolusi mental dalam membangun dan memperbaiki karakter bangsa melalui pendidikan tercapai, dengan harapan dapat menunjang mutu pendidikan yang lebih baik lagi kepada siswa di sekolah.


 

Published
2019-10-12
How to Cite
LASMINI, Lasmini; SANUSI, Sanusi; RUSLAN, Ruslan. Internalisasi Revolusi Mental Pada Siswa (Studi Kasus SMA Laboratorium Syiah). Seminar Nasional Hukum dan Kewarganegaraan, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 22-25, oct. 2019. Available at: <https://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/semnashk/article/view/1657>. Date accessed: 24 oct. 2020.