Hubungan Antara Penanaman Modal Asing Dengan Bilateral Investment Treaty Dalam Kerangka Hukum Nasional Indonesia

  • Mutia Evi Kristhy Universitas Palangka Raya Kalimantan Tengah

Abstract

Bilateral Investment Treaty (BIT) menjadi sumber hukum internasional saat ini dan merupakan cara yang dianggap paling popular dan dominan bagi negara-negara pengekspor modal untuk melindungi kepentingan warganya yang menanamkan modalnya di negara pengimpor modal. BITdi Indonesia di kenal dengan Perjanjian Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal (P4M), yang merupakan perjanjian bilateral dalam bidang penanaman modal asing. BIT digunakan sebagai salah satu sarana untuk mempromosikan transfer modal, teknologi dan kemampuan manajerial, efisiensi ekonomi, kompetisi dan peningkatan terhadap akses pasar serta menghindari ancaman pengambilalihan aset tanpa adanya kompensasi yang merupakan salah satu risiko dari investasi yang dihasilkan dari perubahan rezim atau perubahan dari kebijakan politik dan ekonomiĀ host State, mengingat setiap negara memiliki tujuan investasi masing-masing. Keinginan dari negara-negara (terutama negara-negara berkembang) untuk menarik minat investor asing untuk menanamkan modalnya memungkinkan terciptanya BIT, yang dimaksudkan untuk menciptakan dan memelihara kondisi yang menguntungkan bagi penanaman modal oleh warga negara para pihak ke wilayah satu sama lain, dengan perjanjian tersebut dapat memberikan jaminan yang dituangkan dalam perjanjian bilateral tersebut.

Published
2019-10-14
How to Cite
KRISTHY, Mutia Evi. Hubungan Antara Penanaman Modal Asing Dengan Bilateral Investment Treaty Dalam Kerangka Hukum Nasional Indonesia. Seminar Nasional Hukum dan Kewarganegaraan, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 112-120, oct. 2019. Available at: <https://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/semnashk/article/view/1669>. Date accessed: 05 aug. 2020.