Money Politik Dalam Praktik Pemilu di Indonesia

  • Ketut Bayu Wirayuda Universitas Pendidikan Ganesha

Abstract

Demokrasi telah menjadi istilah yang sangat diagungkan dalam sejarah pemikiran manusia tentang tatanan sosio-politik yang ideal. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, demokrasi dinyatakan sebagai nama yang paling baik dan wajar untuk semua sistem organisasi politik dan sosial yang diperjuangkan oleh pendukung-pendukung yang “berpengaruh”. Dalam demokrasi tersebut terdapat adanya pemilu, dimana Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Pemilu dilakukan di Indonesia untuk melakukan porses pergantian kekuasaan secara aman dan damai dilakukan secara berkala sesuai dengan aturan pemilu yang dilakukan secara berkala sesuai dengan prinsip-prinsip yang digariskan konstitusi. Pemilu di Indonesia dilakukan berdasarkan asas LUBERJURDIL ( langsung umum bebas rahasia jujur dan adil). Seiring berjalannya waktu asas pemilu tersebut sering dilanggar dengan banyak cara oleh para calon wakil rakyat mulai dari kampanye hitam, merusak surat suara dan melakukan penyogokan berupa uang. Digunakannya cara tersebut agar bisa merebut suatu jabatan dalam sebuah pemilu. Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 sudah sangat jelas pemilu harus dilakukan secara adil dan jujur namun masih saja banyak oknum yang tidak memperdulikan aturan tersebut dan tetap melakukan pemilu secara kotor. Untuk mengantisipasi adanya pemilu kotor makan kita harus membenahi atau mengkaji ulang aturan tentang pemilu yang ada di Indonesia. Tujuan dilakukannya mengkaji ulang aturan pemilu agar ketika penyelenggaraan pemilu itu bisa dilakukan secara jujur dan adil.

Published
2019-10-14
How to Cite
WIRAYUDA, Ketut Bayu. Money Politik Dalam Praktik Pemilu di Indonesia. Seminar Nasional Hukum dan Kewarganegaraan, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 121-125, oct. 2019. Available at: <https://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/semnashk/article/view/1670>. Date accessed: 10 aug. 2020.