Penegakan Etika Penyelenggara Pemilu Guna Mewujudkan Pilkada Serentak 2020 yang Berintegritas dan Bermartabat.

  • Luh Riniti Rahayu Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Ngurah Rai Denpasar
  • Putu Surya Wedra Lesmana STIKI Indonesia Denpasar

Abstract

Pemilu secara lokal di Indonesia yang disingkat Pilkada, yaitu untuk memilih Kepala Daerah Gubernur, Bupati serta Wali Kota. Pilkada merupakan instrumen esensial dalam meningkatkan kualitas demokrasi lokal di Indonesia. Sejak 2005 telah diselenggarakan Pilkada bertahap diberbagai wilayah Indonesia. Guna efisiensi, diselenggarakan Pilkada serentak tiga tahap yaitu pada tahun 2015, tahun 2017 dan 2018. Penyelenggara pemilu mempunyai peran yang strategis dalam pengalihan kekuasaan dalam Pilkada, karena secara yuridis penyelenggara pemilu mempunyai tugas manajemen dan mengatur dari persiapan sampai hasil pemungutan suara sebagai aspirasi masyarakat. Sehingga penyelenggara pemilu dituntut mempunyai integritas yang tinggi dalam setiap penyelenggaraan Pilkada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui integritas penyelenggara pemilu selama penyelenggaraan Pilkada serentak sebagai pembelajaran untuk mewujudkan Pilkada serentah tahun 2020 yang berintegritas dan bermartabat. Desain penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Penyelenggara pemilu dalam melaksanakan tugas harus berdasarkan asas-asas pemilu yang luber dan jurdil serta mematuhi etika pemilu sesuai peraturan DKPP RI No.2 Tahun 2017 tentang etika penyelenggara pemilu. Meskipun peraturan etika telah diterapkan, namun selama Pilkada serentak tersebut baik pada tahap pertama, kedua maupun ketiga ditemukan praktik-praktik kecurangan atau tidak etis dan ilegalitas yang melibatkan penyelenggara pemilu. Krisis integritas berlangsung dengan adanya pengaduan sejumlah adanya 478 pengaduan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)RI pada Tahun 2015, sejumlah 275 pengaduan pada tahun 2017,  dan sejumlah 490 pengaduan pada Pilkada serentak tahun 2018. Guna mewujudkan Pilkada serentak tahun 2020 yang berintegritas dan bermartabat diperlukan pembenahan dari penyelenggara pemilu. Pembenahan dimulai dengan menjaga hubungan yang bersifat non diskriminatif, berkejujuran, berkeadilan dan bersifat transparan dengan peserta Pilkada, sesuai dengan norma dan perundang-undangan yang berlaku.

Published
2019-10-05
How to Cite
RAHAYU, Luh Riniti; LESMANA, Putu Surya Wedra. Penegakan Etika Penyelenggara Pemilu Guna Mewujudkan Pilkada Serentak 2020 yang Berintegritas dan Bermartabat.. Seminar Nasional Hukum dan Kewarganegaraan, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 280-288, oct. 2019. Available at: <https://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/semnashk/article/view/1691>. Date accessed: 24 oct. 2020.