MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK (PROBLEM BASED LEARNING) BERFALSAFAH TRI HITA KARANA MENUJU SISWA BERKARAKTER

  • I Gusti Agung Made Gede Mudana STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Abstract

Gerakan literasi sekolah dikembangkan berdasarkan sembilan agenda prioritas (Nawacita) yang bertujuan menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan membaca dan menulis. Seseorang dikatakan literat jika dia sudah bisa memahami sesuatu karena membaca informasi yang tepat dan melakukan sesuatu berdasarkan pemahamannya terhadap isi bacaan tersebut. Kepekaan atau literasi pada seseorang tentu tidak muncul begitu saja. Tidak ada manusia yang sudah literat sejak lahir. Menciptakan generasi literat membutuhkan proses panjang dan sarana yang kondusif. Proses ini dimulai dari kecil dan dari lingkungan keluarga, lalu didukung atau dikembangkan di sekolah, lingkungan pergaulan, dan lingkungan pekerjaan. Budaya literasi juga sangat terkait dengan pola pemelajaran di sekolah dan ketersediaan bahan bacaan di perpustakaan. Dalam hal ini, pendekatan saintifik berfalsafah Tri Hita Karana mampu mengarahkan peserta didik untuk berpikir secara induktif sehingga diharapkan mampu mengembangkan kreativitas dan meningkatkan budaya literasi di sekolah. Dengan menanamkan konsep Tri Hita Karana dalam pembelajaran saintifik, maka dapat diharapkan siswa akan mampu berpikir kritis serta memiliki karakter yang tangguh dalam menjalin komunikasi yang baik dengan penciptanya, alam, dan sesamanya.

Published
2019-12-06
How to Cite
MADE GEDE MUDANA, I Gusti Agung. MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK (PROBLEM BASED LEARNING) BERFALSAFAH TRI HITA KARANA MENUJU SISWA BERKARAKTER. Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 4, p. 1110 - 1120, dec. 2019. Available at: <https://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/senadimas/article/view/1870>. Date accessed: 29 sep. 2020.
Section
Articles