APLIKASI MESIN PULPER DUA TINGKAT UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS USAHA KOPI DADONG DI KINTAMANI, BANGLI

  • IM Rajendra Politeknik Negeri Bali
  • NGAP Harry Saptarini Universitas Udayana
  • NW Sadiyani Universitas Udayana
  • IGN Jemmy AP Universitas Udayana

Abstract

Teknologi yang diterapkan pengolahan pasca panen kopi di Indonesia, sejak penanaman hingga pengolahan sangat bervariasi mulai dari cara tradisional hingga modern sekalipun. Teknologi yang digunakan pengusaha kopi memiliki satu tujuan yang sama yaitu meningkatkan produktivitas kopi yang berkualitas.Salah satu tahapan proses pengolahan pasca panen yang menggunakan teknologi berupa mesin adalah pengupasan kulit kopi menggunakan mesin pulper. Mesin pengupas kulit kopi atau biasa disebut dengan mesin pulper umumnya hanya terdiri satu tingkat saja, dengan kapasitas 10 kg/menit. Hasil observasi di Kopi Dadong, Desa Belantih, Kintamani, Bangli,  kekurangan dari mesin pulper satu tingkat ini adalah masih ditemukan kopi tidak terkupas mencapai 40%. Berdasarkan data di atas maka perlu mencari upaya untuk mengatasinya yaitu dengan jalan menggabungkan drum pengupas sejenis menjadi satu kontruksi dengan posisi yang berbeda (bertingkat) dengan menggunakan satu mesin penggerak. Modifikasi yang dirancang ini merupakan penggabungan sebagian komponen dari dua unit mesin. Hasil dari aplikasi mesin pulper dua tingkat ini dapat mencapai 97.35% kopi terkupas.

Published
2019-12-06
How to Cite
RAJENDRA, IM et al. APLIKASI MESIN PULPER DUA TINGKAT UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS USAHA KOPI DADONG DI KINTAMANI, BANGLI. Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 4, p. 1170 - 1177, dec. 2019. Available at: <https://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/senadimas/article/view/1878>. Date accessed: 01 oct. 2020.
Section
Articles