PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN KERAMIK DI PEJATEN TABANAN BALI

  • Ni Wayan Sumetri Politeknik Negeri Bali
  • I Ketut Widana Politeknik Negeri Bali
  • I Ketut Sudiartha Politeknik Negeri Bali

Abstract

Usaha kerajinan keramik dan gerabah tradisional, khususnya carat dan coblong telah ada sejak dulu, konon sejak agama Hindu mulai dianut orang Bali. Teknologi pembuatan carat dan coblong terbilang sangat tradisional dan belum tersentuh teknologi modern. Ada 4 metode atau strategi yang akan dipakai untuk mencapai tujuan tersebut, antara lain : Focus Group Discussion (FGD), Participatory Research Action (PRA) dan Ergonomics SHIP Approach (ESA), Pelatihan danPendampingan dan Evaluasi. Untuk mendapatkan hasil yang memenuhi aspek empiris dan dukungan data yang terukur, akan dilakukan penelitian sama subjek melibatkan 7 orang perajin yang secara sukarela duduk sebagai subjek. Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah aktivitas serta sebelum dan setelah para perajin diberikan alat kerja ergonomis. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa dengan menggunakan mesin gerabah ergonomis dapat menghasilkan peningkatan produktivitas yang sangat signifikan, menurunkan beban kerja, keluhan muskuloskeletal dan kelelahan serta meningkatkan kepuasan perajin

Published
2019-12-06
How to Cite
SUMETRI, Ni Wayan; WIDANA, I Ketut; SUDIARTHA, I Ketut. PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN KERAMIK DI PEJATEN TABANAN BALI. Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 4, p. 1313-1319, dec. 2019. Available at: <https://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/senadimas/article/view/1900>. Date accessed: 25 sep. 2020.
Section
Articles