Urgensi Pembentukan Sekolah Rakyat Sebagai Upaya Pemerataan Pendidikan Di Indonesia

Authors

  • Teofilus Ardian Hopeman Ganesha University of Education
  • I Gede Margunayasa Ganesha University of Education
  • Ida Bagus Putu Arnyana Ganesha University of Education

Keywords:

sekolah rakyat, pendidikan dasar, pendidikan menengah, volksschool

Abstract

Sekolah Rakyat pada masa kolonial dikenal sebagai volksschool. Pembentukan sekolah ini awalnya bertujuan untuk melatih keterampilan dasar masyarakat Indonesia serta membentuk masyarakat yang memiliki wawasan pendidikan, meskipun tetap dalam batasan yang ditetapkan oleh kepentingan kolonial. Namun, dalam era reformasi, pemerintah kembali mencanangkan pendirian Sekolah Rakyat dengan konsep yang lebih inklusif dan modern, yang berfokus pada pemerataan pendidikan serta pengentasan kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kesiapan pemerintah dalam membentuk kembali Sekolah Rakyat serta menganalisis apakah konsep ini dapat menjawab kebutuhan pendidikan di berbagai daerah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan model studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah pemangku kebijakan di bidang pendidikan dasar dan menengah, sedangkan sampel dipilih secara purposive dari lima daerah percontohan: Kabupaten Bone (Sulawesi Selatan), Kabupaten Banyumas (Jawa Tengah), Kabupaten Dompu (Nusa Tenggara Barat), Kabupaten Sorong (Papua Barat Daya), dan Kabupaten Ogan Ilir (Sumatra Selatan). Jumlah total sampel sebanyak 25 orang, terdiri atas 5 pejabat Dinas Pendidikan, 5 kepala sekolah, 10 guru, dan 5 tokoh masyarakat lokal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah telah menyiapkan kerangka kebijakan yang cukup kuat, namun masih menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur, sumber daya manusia, dan partisipasi masyarakat. Kesimpulannya, Sekolah Rakyat berpotensi menjadi solusi atas kesenjangan pendidikan di Indonesia, tetapi implementasinya perlu dukungan lintas sektor agar berkelanjutan.

References

Al Mahmudi, F., & Bungsu, A. P. (2023). Kebijakan Pendidikan Islam Pada Masa Orde Lama (Kajian Historis Tentang Perjalanan Pendidikan Islam di Indonesia Pada Masa Orde Lama). Jurnal Wawasan Sarjana, 2(3), 166–175.

Allport, G. W. (1954). The nature of prejudice. Reading/Addison-Wesley.

Ardhillah, F. (2022). Sejarah Pendidikan Sekolah Rakyat (Volkschool) Pada Masa Kolonial Belanda Di Aceh. UIN Ar-Raniry Fakultas Adab dan Humaniora.

Arti, N. D. B., & Rizky, R. Y. (2023). Analisis korupsi dan upaya mewujudkan good governance di Indonesia. Jurnal Ilmiah Administrasi Pemerintahan Daerah, 15(2), 135–149.

Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Pendidikan 2022. https://www.bps.go.id/id/publication/2022/11/25/a80bdf8c85bc28a4e6566661/statistik-pendidikan-2022.html

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.

Fadil, K., Amran, A., & Alfaien, N. I. (2023). Peningkatan Kualitas Pendidikan Dasar Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Mewujudkan Suistanable Developments Goal’s. Attadib: Journal of Elementary Education, 7(2).

Fathiya Dwi Utami, S., Ridam Nur Aryadi, M., & Fathin Fawwaz Almauqy, M. (2024). TRANSFORMASI DAN PENGARUH KEBIJAKAN PENDIDIKAN PADA MASA

ORDE BARU DI INDONESIA. Dewaruci: Jurnal Studi Sejarah Dan Pengajarannya, 3(1 SE-Articles), 141–150. https://doi.org/10.572349/dewaruci.v3i1.2059

Hakim, A., & Khotimah, C. (2023). IKHTISAR DATA PENDIDIKAN TAHUN 2022/2023.

https://repositori.kemdikbud.go.id/29026/1/BukuIkhtisar Pendidikan22-23.pdf#page=82.64

Hopeman, T. A., Arnyana, I. B. P., & Suastra, I. W. (2024). Identifikasi Permasalahan Penyebab Rendahnya Nilai TIMSS dan PISA Indonesia Pada Mata Pelajaran IPA (Studi Kasus di Kecamatan Jampang). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar Dan Menengah, 4.

Kurnia, H., & Hudaidah, H. (2021). Kebijakan Pemerintah Terhadap Kondisi Pendidikan di Indonesia Pada Masa Orde Lama (Periode 1945–1966). Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(3), 839–846.

Lubis, M. S. A. (2018). Dampak perubahan sosial terhadap pendidikan. Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(2), 513–523.

Mari, R., Atang, A., & Yusuf, N. W. (2024). Studi Dampak Sosial Masyarakat Terpencil dalam Mengakses Pendidikan. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP), 9(2), 1–9.

Marwan, I., Gustaman, R. F., & Gandi, A. (2024). Dikotomi Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di Indonesia. Cendekia: Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(3), 155–161.

Mayrinda, R., Maesaroh, S., Hopeman, T. A., & Nurulaeni, F. (2024). The Relationship of Family Problems on The Development of Social and Emotional Attitudes of Primary Students. International Conference on Education, Humanities, and Social Science (ICEHoS 2023), 149–159.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. sage.

Nur, D., Ibraya, N. S., & Marsuki, N. R. (2024). Dampak sosiologi digital terhadap perubahan sosial budaya pada masyarakat masa depan. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial (JUPENDIS), 2(2), 123–135.

Pettigrew, T. F., & Tropp, L. R. (2008). How does intergroup contact reduce prejudice? Meta-analytic tests of three mediators. European Journal of Social Psychology, 38(6), 922–934.

Rosmana, P. S., Iskandar, S., Fadilah, N., Azhar, N., Oktavini, D., & Munte, A. C. (2023). Upaya pemerataan pendidikan berkelanjutan di daerah 3T. Attadib: Journal of Elementary Education, 6(2), 405–418.

Safei, H., & Hudaidah, H. (2020). Sistem Pendidikan Umum Pada Masa Orde Baru (1968-1998). Jurnal Humanitas, 7(1), 1–15.

Safitri, E. (2025). Cak Imin: Anggaran Satu Sekolah Rakyat Rata-rata Rp 100 Miliar. DetikNews. https://news.detik.com/berita/d-7816550/cak-imin-anggaran-satu-sekolah-rakyat-rata-rata-rp-100-miliar

Santika, I. G. N., Kartika, I. M., & Wahyuni, N. W. R. (2019). Pendidikan karakter: studi kasus peranan keluarga terhadap pembentukan karakter anak Ibu Sunah di Tanjung Benoa. Widya Accarya, 10(1).

Suherman, A., & Bastaman, W. W. (2019). Perkembangan Sekolah Rakyat (Volkschool) Di Gunung Kencana Kabupaten Lebak Banten Tahun 1940-1964. Bihari: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Ilmu Sejarah, 2(2).

Syafii, A. (2018). Perluasan dan pemerataan akses kependidikan daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Dirasat: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 4(2), 153–171.

Trirezeki, A., Fitrina, F., & Ubabudin, U. (2025). DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP PENDIDIKAN. ADIBA: JOURNAL OF EDUCATION, 5(2), 221–228.

Wibowo, F. G. (2025). Kemensos Matangkan Konsep Sekolah Rakyat, Siap Diluncurkan Juli 2025. Kementerian Sosial. https://kemensos.go.id/berita-terkini/menteri-sosial/Kemensos-Matangkan-Konsep-Sekolah-Rakyat,-Siap-Diluncurkan-Juli-2025

Wicaksono, G. S., & Prabowo, T. J. W. (2022). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Korupsi pada Pemerintah Daerah di Jawa Tengah Menggunakan Teori Fraud Triangle. Owner: Riset Dan Jurnal Akuntansi, 6(1), 1016–1028.

Yuliyanti, Y., Damayanti, E., & Nulhakim, L. (2022). Perkembangan kurikulum sekolah dasar di Indonesia dan perbedaan dengan kurikulum di beberapa negara. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 11(3), 95–106.

Yuningsih, Y. (2019). Pendidikan kecakapan abad ke-21 untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045. Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar, 6(1), 135–152.

Downloads

Published

21-04-2026